anime

animasi-bergerak-guru-0137

teks gerak

Selamat belajar di blog sanggar belajar cerah sobat, semoga bermanfaat:)

Rabu, 08 November 2017

RPP SKI peristiwa fathul makkah

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah                       : SD Islam YMI 02 Wonopringgo
Mata Pelajaran            : SKI
Kelas/Semester            : V/I
Materi Pokok              : Peristiwa Fathul Makkah
Alokasi Waktu            : 2 x 45 Menit (1 x Pertemuan)

Alokasi waktu : 4 jp (2 x pertemuan)
(RPP)




Alokasi Waktu            : 2 x 45 Menit (1 x Pertemuan)
I.         KOMPETENSI INTI
1.    Kompetensi Inti (KI 1)
     Memahami arti jihad terhadap agama Islam, memperjuangkan, dan membela ajaran Islam.
2.    Kompetensi Inti (KI 2)
     Menunjukkan dan melatih perilaku kerja sama antar umat dan hubungan saling menguatkan.
3.    Kompetensi Inti (KI 3)
     Mengetahui proses terjadinya peristiwa fathul makkah.
4.    Kompetensi Inti (KI 4)
Mampu mengambil ibrah dan mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

II.      KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR PENCAPAIAN
Kompetensi Dasar
Indikator
3. Mengetahui peristiwa fathul makkah
3.1. Menjelaskan pengertian fathul makkah
3.2.Menyebutkan sebab terjadiya fathul makkah
3.3. Menjelaskan peristiwa fathul makkah
3.4. Menganalisis kesabaran dan ibarah peristiwa fathul makkah

III.   TUJUAN PEMBELAJARAN
1.    Melalui proses ceramah dan tanya jawab, peserta didik dapat menjelaskan pengertian fathul makkah dengan berani, baik, dan benar.
2.    Melalui diskusi kelompok peserta didik dapat menyebutkan sebab-sebab adanya peristiwa fathul makkah.
3.    Melaluiinkuiri peserta didik mampu menjelaskan ibrah dari peristiwa fathul makkah.
4.    Melalui presentasi peserta didik dapat menceritakan peristiwa fathul makkah.

IV.   MATERI PEMBELAJARAN
1.    Pengertian
Fathul makkah artinya pembukaan kota makkah, maksudnya bahwa kota makkah yang dulunya dikuasai oleh kafir Quraisy telah direbut kembali oleh umat Islam.merupakan peristiwa yang terjadi pada tahun 630 tepatnya pada tanggal 10 Ramadan 8 H, di mana Nabi Muhammad SAW beserta 10.000 pasukan bergerak dari Madinah menuju Mekkah, dan kemudian menguasai Mekkah secara keseluruhan tanpa pertumpahan darah sedikitpun sekaligus menghancurkan berhala yang ditempatkan di dalam dan sekitar Ka'bah.
2.      Sebab-sebabperistiwafathul makkah
Diawali dari perjanjian damai antara kaum muslimin Madinah dengan orang musyrikin Quraisy yang ditandatangani pada nota kesepakatan Shulh Hudaibiyah pada tahun 6 Hijriyah. Termasuk diantara nota perjanjian adalah siapa saja diizinkan untuk bergabung dengan salah satu kubu, baik kubu Nabi saw dan kaum muslimin Madinah atau kubu orang kafir Quraisy Makkah. Maka, bergabunglah suku Khuza’ah di kubu Nabi saw dan suku Bakr bergabung di kubu orang kafir Quraisy. Padahal, dulu di zaman Jahiliyah, terjadi pertumpahan darah antara dua suku ini dan saling bermusuhan. Dengan adanya perjanjian Hudaibiyah, masing-masing suku melakukan gencatan senjata. Namun, secara licik, Bani Bakr menggunakan kesempatan ini melakukan balas dendam kepada suku Khuza’ah. Bani Bakr melakukan serangan mendadak di malam hari pada Bani Khuza’ah ketika mereka sedang di mata air mereka. Secara diam-diam, orang kafir Quraisy mengirimkan bantuan personil dan senjata pada Bani Bakr. Akhirnya, datanglah beberapa orang diantara suku Khuza’ah menghadap Nabi saw di Madinah. Mereka mengabarkan tentang pengkhianatan yang dilakukan oleh orang kafir Quraisy dan Bani Bakr.
Karena merasa bahwa dirinya telah melanggar perjanjian, orang kafir Quraisy pun mengutus Abu Sufyan ke Madinah untuk memperbarui isi perjanjian. Sesampainya di Madinah, dia memberikan penjelasan panjang lebar kepada Nabi saw, namun beliau tidak menanggapinya dan tidak memperdulikannya. Akhirnya Abu Sufyan menemui Abu Bakar dan Umar radliallahu ‘anhuma agar mereka memberikan bantuan untuk membujuk Nabi saw. Namun usahanya ini gagal. Terakhir kalinya, dia menemui Ali bin Abi Thalib ra. agar memberikan pertolongan kepadanya di hadapan Nabi saw. Untuk kesekian kalinya, Ali pun menolak permintaan Abu Sufyan.
3.    Proses peristiwa fathul makkah
Pada tahun 628, Quraisy dan Muslim dari Madinah menandatangani Perjanjian Hudaybiyah. Meskipun hubungan yang lebih baik terjadi antara Mekkah dan Madinah setelah penandatanganan Perjanjian Hudaybiyah, 10 tahun gencatan senjata dirusak oleh Quraisy, dengan sekutunya Bani Bakr, menyerang Bani Khuza'ah yang merupakan sekutu Muslim, walaupun sebenarnya yang pertama kali menyerang Bani Bakr adalah Bani Khuza'ah, dan sayang sekali permasalahan tersebut hanya diselesaikan dengan perjanjian elite yang tidak melibatkan akar rumput, sehingga masih menimbulkan dendam dikalangan Bani Bakr. Pada saat itu musyrikin Quraisy ikut membantu Bani Bakr, padahal bersadasarkan kesepakatan damai dalam perjanjian tersebut di mana Bani Khuza'ah telah bergabung ikut dengan Nabi Muhammad saw dan sejumlah dari mereka telah memeluk islam, sedangkan Bani Bakr bergabung dengan musyrikin Quraisy.
Abu Sufyan, kepala suku Quraisy di Mekkah, pergi ke Madinah untuk memperbaiki perjanjian yang telah dirusak itu, tetapi nabi Muhammad SAW saw menolak, Abu Sufyan pun pulang dengan tangan kosong. Sekitar 10.000 orang pasukan Muslim pergi ke Mekkah yang segera menyerah dengan damai. Nabi Muhammad saw bermurah hati kepada pihak Mekkah, dan memerintahkan untuk menghancurkan berhala di sekitar dan di dalam Ka'bah. Selain itu hukuman mati juga ditetapkan atas 17 orang Mekkahatas kejahatan mereka terhadap orang Muslim, meskipun pada akhirnya beberapa di antaranya diampuni.
Faktor yang membuat kaum muslim berhasil merebut makkah dari kaum Quraisy:
a.         Hilangnya pengaruh Yahudi, hal itu terjad setelah suku-suku Yahudi (bani Qainuqa, Bani Nadir, dan Bani Quraizah) dihukum oleh Nabi karena membelot; yang sebelumnya membela kaum Quraisy;
b.         Kaum Muslimin makin berpengaruh, dalam segala segi kehidupan bangsa Arab;
c.         Tidak ada suku lain yang membantu Quraisy, dalam menghadapi kaum Muslimin;
d.        Kondisi kaum Quraisy makin lemah, setelah pemimpinnya masuk islam seperti Khalid bin Walid dan Amru bin As.
4.    Kesabaran parasahabat nabi saw. dan ibrah peristiwa fathul makkah
Kesabaran dalam berjihad dan berjuang. Hikmah kesabaran dalam para sahabat dalam berjuang dan membuat strategi yang pas. Dan ibrahnya meningkatkan kita untuk bersemangat dalam berjuang terutama membelala ajaran Islam dan mengambil hikmah setiap dari adanya peristiwa dan jihad fi sabilillah.
V.      METODE PEMBELAJARAN
Ceramah: guru menceritakan peristiwa fathul makkah dan muridmendengarkan.
Diskusi:muridmenganalisisdan ,mempresentasikanperistiwa fathul makkah
VI.  MEDIA, ALAT, SUMBER PEMBELAJARAN
1.    Media: film tentangperistiwa fathul makkah
2.    Alat: Laptop, LCD Proyektor
3.    Sumber pembelajaran:
Mutomimah, Ida Herlina dan Suyud Lukman Hakim. 2014. Sejarah Kebudayaan Islam. Jakarta: Kementerian Agama Republik Indonesia.
Buku LKS SKI kelas V.

VII.LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN
1.         Pendahuluan / kegiatan awal (15 menit)
a.         Guru mengucapkan salam dan berdoa bersama,
b.        Guru memeriksa kehadiran, kerapian berpakaian, posisi tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran,
c.         Guru menyapa peserta didik dengan memperkenalkan diri kepada peserta didik,
d.        Guru menyampaikan tujuan atau materi pembelajaran,
e.         Guru menyiapkan media atau alat peraga atau alat bantu berupa gambar mudah dilihat / dibaca.
2.         Kegiatan inti (60 menit)
a.         Mengamati
Ø Peserta didik mengamati dan membaca tentang pengertian fathul makkah
Ø Peserta didik menyimak penjelasan guru tentang sebab peristiwa fathul makkah
b.        Menanya
Ø Peserta didik tanya jawab tentang pengertian fathul makkah
Ø Peserta didik memberikan tanggapan hasil penjelasan guru tentang pengertian, sebab,dan proses peristiwa fathul makkah
c.         Menggali atau mengungkap
Ø Masing-masing kelompok menggali pengertian, sebab,dan proses peristiwa fathul makkah
d.        Menalar
Ø Peserta didik merumuskan pengertian, sebab, dan proses peristiwa fathul makkah
e.         Mengkomunikasikan
Ø Masing-masing kelompok secara bergantian mempressentasikan tentang pengertian, sebab, proses peristiwa fathul makkah.
3.         Penutup (15 menit)
a.         Guru mengadakn refleksi hasil pembelajaran
b.        Guru mengajak peserta didik menyimpulkan bersama materi pembelajaran
c.         Guru mengadakn tes baik tulis maupun lisan
d.        Guru memberikan pesan-pesan moral terkait dengan sikap keimanan dan sosial
e.         Guru menjelaskan tugas mandiri secara individu
f.         Guru menjelaskan secara sibgkat materi yang akan dipelajari pertemuan berikutnya
g.        Guru mengakhiri pembelajaran dengan do’a, salam, dan berjabat tangan.

VIII.       PENILAIAN
1.    Teknik Penilaian
a.         Teknik tes tulis berbentuk uraian
1)        Jelaskan pengertian fathul makkah ! (skor 20)
2)        Sebutkan sebab-sebab terjadinya peristiwa fathul makkah ! (skor 30)
3)        Jelaskan secara singkat proses peristiwa fathul makkah ! (skor 30)
4)        Sebutkan kesabaran yang dimiliki para sahabat Nabi Muhammad ketika hijrah ke Habasyah dan ibrah dari kesabaran! (skor 20)
Kunci jawaban:
1)      Fathul makkah artinya pembukaan kota makkah, maksudnya bahwa kota makkah yang dulunya dikuasai oleh kafir Quraisy telah direbut kembali oleh umat Islam. merupakan peristiwa yang terjadi pada tahun 630 tepatnya pada tanggal 10 Ramadan 8 H, di mana Nabi Muhammad SAW beserta 10.000 pasukan bergerak dari Madinah menuju Mekkah, dan kemudian menguasai Mekkah secara keseluruhan tanpa pertumpahan darah sedikitpun sekaligus menghancurkan berhala yang ditempatkan di dalam dan sekitar Ka'bah
2)      Sebab-sebab terjadinya fathul makkah diawali dari perjanjian damai antara kaum muslimin Madinah dengan orang musyrikin Quraisy yang ditandatangani pada nota kesepakatan Shulh Hudaibiyah pada tahun 6 Hijriyah. Termasuk diantara nota perjanjian adalah siapa saja diizinkan untuk bergabung dengan salah satu kubu, baik kubu Nabi saw dan kaum muslimin Madinah atau kubu orang kafir Quraisy Makkah. Maka, bergabunglah suku Khuza’ah di kubu Nabi saw dan suku Bakr bergabung di kubu orang kafir Quraisy. Padahal, dulu di zaman Jahiliyah, terjadi pertumpahan darah antara dua suku ini dan saling bermusuhan. Dengan adanya perjanjian Hudaibiyah, masing-masing suku melakukan gencatan senjata. Namun, secara licik, Bani Bakr menggunakan kesempatan ini melakukan balas dendam kepada suku Khuza’ah. Bani Bakr melakukan serangan mendadak di malam hari pada Bani Khuza’ah ketika mereka sedang di mata air mereka. Secara diam-diam, orang kafir Quraisy mengirimkan bantuan personil dan senjata pada Bani Bakr. Akhirnya, datanglah beberapa orang diantara suku Khuza’ah menghadap Nabi saw di Madinah. Mereka mengabarkan tentang pengkhianatan yang dilakukan oleh orang kafir Quraisy dan Bani Bakr.
3)      Peristiwa terjadinya Pada tahun 628, Quraisy dan Muslim dari Madinah menandatangani Perjanjian Hudaybiyah. Meskipun hubungan yang lebih baik terjadi antara Mekkah dan Madinah setelah penandatanganan Perjanjian Hudaybiyah, 10 tahun gencatan senjata dirusak oleh Quraisy, dengan sekutunya Bani Bakr, menyerang Bani Khuza'ah yang merupakan sekutu Muslim, walaupun sebenarnya yang pertama kali menyerang Bani Bakr adalah Bani Khuza'ah, dan sayang sekali permasalahan tersebut hanya diselesaikan dengan perjanjian elite yang tidak melibatkan akar rumput, sehingga masih menimbulkan dendam dikalangan Bani Bakr. Pada saat itu musyrikin Quraisy ikut membantu Bani Bakr, padahal bersadasarkan kesepakatan damai dalam perjanjian tersebut di mana Bani Khuza'ah telah bergabung ikut dengan Nabi Muhammad saw dan sejumlah dari mereka telah memeluk islam, sedangkan Bani Bakr bergabung dengan musyrikin Quraisy.
Abu Sufyan, kepala suku Quraisy di Mekkah, pergi ke Madinah untuk memperbaiki perjanjian yang telah dirusak itu, tetapi nabi Muhammad SAW saw menolak, Abu Sufyan pun pulang dengan tangan kosong. Sekitar 10.000 orang pasukan Muslim pergi ke Mekkah yang segera menyerah dengan damai. Nabi Muhammad saw bermurah hati kepada pihak Mekkah, dan memerintahkan untuk menghancurkan berhala di sekitar dan di dalam Ka'bah. Selain itu hukuman mati juga ditetapkan atas 17 orang Mekkahatas kejahatan mereka terhadap orang Muslim, meskipun pada akhirnya beberapa di antaranya diampuni.
4)      Kesabaran dalam membuat strategi. Dan hikmahnya kesabaran para sahabat dalam berjuang dan membuat strategi yang pas. Dan ibrahnya meningkatkan kita untuk bersemangat dalam berjuang terutama membelala ajaran Islam dan mengambil hikmah setiap dari adanya peristiwa dan jihad fi sabilillah.
Penskoran
Nilai =skor perolehan per 100 x 40
b.      Teknik non tes berbentuk skala bertingkat
No.
Nama Peserta Didik
Aspek yang dinilai
Skor
Kebenaran Konsep
Keberanian
Bahasa
Kelancaran

1
muna





2
heru





3
cania





4
Asep





5
Raihan






Penskoran :
Skor 4, jika kebenaran konsep, keberanian, bahasa, kelancaran SANGAT BAIK
Skor 3, jika kebenaran konsep, keberanian, bahasa, kelancaran BAIK
Skor 2, jika kebenaran konsep, keberanian, bahasa, kelancaran  CUKUP BAIK
Skor 1, jika kebenaran konsep, keberanian, bahasa, kelancaran KURANG BAIK
Nilai = skor perolehan per skor maksimal x 4.


  Mengetahui,                                                       Guru Mapel
   Kepala MI



(Budi Susanto)                                                 (Dewi Munisa)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

fikih kelas 5 MI

BAB I BINATANG YANG HALAL 1.         BINATANG DARAT YANG HALAL ·      Binatang ternak  dasar hukumnya adalah Surat An-Nahl ayat  5....