RENCANA
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
|
Sekolah : SD Islam YMI 02
Wonopringgo
Mata
Pelajaran : SKI
Kelas/Semester : V/I
Materi
Pokok : Peristiwa Fathul Makkah
Alokasi
Waktu : 2 x 45 Menit (1 x
Pertemuan)
Alokasi
waktu : 4 jp (2 x pertemuan)
|
Alokasi
Waktu : 2 x 45 Menit (1 x
Pertemuan)
I.
KOMPETENSI
INTI
1.
Kompetensi
Inti (KI 1)
Memahami arti jihad terhadap agama Islam, memperjuangkan,
dan membela ajaran Islam.
2.
Kompetensi
Inti (KI 2)
Menunjukkan dan melatih perilaku kerja sama
antar umat dan hubungan saling menguatkan.
3.
Kompetensi
Inti (KI 3)
Mengetahui proses terjadinya peristiwa
fathul makkah.
4.
Kompetensi
Inti (KI 4)
Mampu mengambil ibrah
dan mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
II. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR
PENCAPAIAN
Kompetensi
Dasar
|
Indikator
|
3.
Mengetahui peristiwa fathul makkah
|
3.1.
Menjelaskan pengertian fathul makkah
3.2.Menyebutkan
sebab terjadiya fathul makkah
3.3.
Menjelaskan peristiwa fathul makkah
3.4.
Menganalisis kesabaran dan ibarah peristiwa fathul makkah
|
III. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Melalui proses ceramah dan tanya jawab,
peserta didik dapat menjelaskan pengertian fathul makkah dengan berani, baik,
dan benar.
2. Melalui diskusi kelompok peserta didik
dapat menyebutkan sebab-sebab adanya peristiwa fathul makkah.
3. Melaluiinkuiri peserta didik mampu
menjelaskan ibrah dari peristiwa fathul makkah.
4. Melalui presentasi peserta didik dapat
menceritakan peristiwa fathul makkah.
IV. MATERI PEMBELAJARAN
1. Pengertian
Fathul makkah artinya pembukaan kota
makkah, maksudnya bahwa kota makkah yang dulunya dikuasai oleh kafir Quraisy
telah direbut kembali oleh umat Islam.merupakan
peristiwa yang terjadi pada tahun 630 tepatnya pada tanggal 10 Ramadan 8 H, di
mana Nabi Muhammad SAW
beserta 10.000 pasukan bergerak dari Madinah menuju Mekkah, dan
kemudian menguasai Mekkah secara keseluruhan tanpa pertumpahan darah
sedikitpun sekaligus menghancurkan berhala yang ditempatkan di dalam dan
sekitar Ka'bah.
2.
Sebab-sebabperistiwafathul
makkah
Diawali dari perjanjian
damai antara kaum muslimin Madinah dengan orang musyrikin Quraisy yang
ditandatangani pada nota kesepakatan Shulh Hudaibiyah pada tahun 6 Hijriyah. Termasuk
diantara nota perjanjian adalah siapa saja diizinkan untuk bergabung dengan
salah satu kubu, baik kubu Nabi saw dan kaum muslimin
Madinah atau kubu orang kafir Quraisy Makkah. Maka, bergabunglah suku Khuza’ah
di kubu Nabi saw dan suku Bakr bergabung di kubu orang kafir
Quraisy. Padahal, dulu di zaman Jahiliyah, terjadi pertumpahan darah antara dua
suku ini dan saling bermusuhan. Dengan adanya perjanjian Hudaibiyah,
masing-masing suku melakukan gencatan senjata. Namun, secara licik, Bani Bakr
menggunakan kesempatan ini melakukan balas dendam kepada suku Khuza’ah. Bani
Bakr melakukan serangan mendadak di malam hari pada Bani Khuza’ah ketika mereka
sedang di mata air mereka. Secara diam-diam, orang kafir Quraisy mengirimkan
bantuan personil dan senjata pada Bani Bakr. Akhirnya, datanglah beberapa orang
diantara suku Khuza’ah menghadap Nabi saw di Madinah. Mereka
mengabarkan tentang pengkhianatan yang dilakukan oleh orang kafir Quraisy dan
Bani Bakr.
Karena merasa bahwa
dirinya telah melanggar perjanjian, orang kafir Quraisy pun mengutus Abu
Sufyan ke Madinah untuk memperbarui isi perjanjian. Sesampainya di Madinah, dia
memberikan penjelasan panjang lebar kepada Nabi saw, namun beliau tidak menanggapinya
dan tidak memperdulikannya. Akhirnya Abu Sufyan menemui Abu Bakar dan Umar
radliallahu ‘anhuma agar mereka memberikan bantuan untuk membujuk Nabi saw. Namun usahanya ini gagal.
Terakhir kalinya, dia menemui Ali bin Abi Thalib ra. agar memberikan pertolongan
kepadanya di hadapan Nabi saw.
Untuk kesekian kalinya, Ali pun menolak permintaan Abu Sufyan.
3.
Proses
peristiwa fathul makkah
Pada
tahun 628, Quraisy dan
Muslim dari Madinah menandatangani Perjanjian Hudaybiyah.
Meskipun hubungan yang lebih baik terjadi antara Mekkah dan Madinah setelah
penandatanganan Perjanjian Hudaybiyah, 10 tahun gencatan senjata dirusak oleh
Quraisy, dengan sekutunya Bani Bakr, menyerang Bani
Khuza'ah yang merupakan sekutu Muslim,
walaupun sebenarnya yang pertama kali menyerang Bani Bakr adalah Bani Khuza'ah,
dan sayang sekali permasalahan tersebut hanya diselesaikan dengan perjanjian
elite yang tidak melibatkan akar rumput, sehingga masih menimbulkan dendam
dikalangan Bani Bakr. Pada saat itu musyrikin Quraisy ikut membantu Bani Bakr,
padahal bersadasarkan kesepakatan damai dalam perjanjian tersebut di mana Bani
Khuza'ah telah bergabung ikut dengan Nabi Muhammad saw dan
sejumlah dari mereka telah memeluk islam, sedangkan Bani Bakr bergabung dengan
musyrikin Quraisy.
Abu
Sufyan, kepala suku Quraisy di
Mekkah, pergi ke Madinah untuk memperbaiki perjanjian yang telah dirusak itu,
tetapi nabi Muhammad SAW saw menolak,
Abu Sufyan pun pulang dengan tangan kosong. Sekitar 10.000 orang pasukan Muslim
pergi ke Mekkah yang segera menyerah dengan damai. Nabi Muhammad saw bermurah
hati kepada pihak Mekkah, dan memerintahkan untuk menghancurkan berhala di
sekitar dan di dalam Ka'bah. Selain itu hukuman mati juga ditetapkan atas 17
orang Mekkahatas kejahatan mereka terhadap
orang Muslim, meskipun pada akhirnya beberapa di antaranya diampuni.
Faktor yang membuat kaum muslim
berhasil merebut makkah dari kaum Quraisy:
a.
Hilangnya
pengaruh Yahudi, hal itu terjad setelah suku-suku Yahudi (bani Qainuqa, Bani
Nadir, dan Bani Quraizah) dihukum oleh Nabi karena membelot; yang sebelumnya
membela kaum Quraisy;
b.
Kaum
Muslimin makin berpengaruh, dalam segala segi kehidupan bangsa Arab;
c.
Tidak ada
suku lain yang membantu Quraisy, dalam menghadapi kaum Muslimin;
d.
Kondisi kaum
Quraisy makin lemah, setelah pemimpinnya masuk islam seperti Khalid bin Walid
dan Amru bin As.
4. Kesabaran parasahabat nabi saw. dan
ibrah peristiwa fathul makkah
Kesabaran
dalam berjihad dan berjuang. Hikmah kesabaran dalam para sahabat dalam berjuang
dan membuat strategi yang pas. Dan ibrahnya meningkatkan kita untuk bersemangat
dalam berjuang terutama membelala ajaran Islam dan mengambil hikmah setiap dari
adanya peristiwa dan jihad fi sabilillah.
V. METODE PEMBELAJARAN
Ceramah: guru menceritakan peristiwa fathul makkah dan muridmendengarkan.
VI.
MEDIA, ALAT, SUMBER PEMBELAJARAN
1. Media: film tentangperistiwa fathul makkah
2. Alat: Laptop, LCD Proyektor
3. Sumber pembelajaran:
Mutomimah, Ida Herlina
dan Suyud Lukman Hakim. 2014. Sejarah Kebudayaan Islam. Jakarta:
Kementerian Agama Republik Indonesia.
Buku LKS SKI kelas V.
VII.LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN
1.
Pendahuluan
/ kegiatan awal (15 menit)
a.
Guru
mengucapkan salam dan berdoa bersama,
b.
Guru
memeriksa kehadiran, kerapian berpakaian, posisi tempat duduk disesuaikan
dengan kegiatan pembelajaran,
c.
Guru
menyapa peserta didik dengan memperkenalkan diri kepada peserta didik,
d.
Guru
menyampaikan tujuan atau materi pembelajaran,
e.
Guru
menyiapkan media atau alat peraga atau alat bantu berupa gambar mudah dilihat /
dibaca.
2.
Kegiatan
inti (60 menit)
a.
Mengamati
Ø Peserta didik mengamati dan membaca
tentang pengertian fathul makkah
Ø Peserta didik menyimak penjelasan guru
tentang sebab peristiwa fathul makkah
b.
Menanya
Ø Peserta didik tanya jawab tentang
pengertian fathul makkah
Ø Peserta didik memberikan tanggapan hasil
penjelasan guru tentang pengertian, sebab,dan proses peristiwa fathul makkah
c.
Menggali
atau mengungkap
Ø Masing-masing kelompok menggali
pengertian, sebab,dan proses peristiwa fathul makkah
d.
Menalar
Ø Peserta didik merumuskan pengertian,
sebab, dan proses peristiwa fathul makkah
e.
Mengkomunikasikan
Ø Masing-masing kelompok secara bergantian
mempressentasikan tentang pengertian, sebab, proses peristiwa fathul makkah.
3.
Penutup
(15 menit)
a.
Guru
mengadakn refleksi hasil pembelajaran
b.
Guru
mengajak peserta didik menyimpulkan bersama materi pembelajaran
c.
Guru
mengadakn tes baik tulis maupun lisan
d.
Guru
memberikan pesan-pesan moral terkait dengan sikap keimanan dan sosial
e.
Guru
menjelaskan tugas mandiri secara individu
f.
Guru
menjelaskan secara sibgkat materi yang akan dipelajari pertemuan berikutnya
g.
Guru
mengakhiri pembelajaran dengan do’a, salam, dan berjabat tangan.
VIII. PENILAIAN
1. Teknik Penilaian
a.
Teknik
tes tulis berbentuk uraian
1)
Jelaskan
pengertian fathul makkah ! (skor 20)
2)
Sebutkan
sebab-sebab terjadinya peristiwa fathul makkah ! (skor 30)
3)
Jelaskan
secara singkat proses peristiwa fathul makkah ! (skor 30)
4)
Sebutkan
kesabaran yang dimiliki para sahabat Nabi Muhammad ketika hijrah ke Habasyah dan
ibrah dari kesabaran! (skor 20)
Kunci jawaban:
1)
Fathul
makkah artinya pembukaan kota makkah, maksudnya bahwa kota makkah yang dulunya
dikuasai oleh kafir Quraisy telah direbut kembali oleh umat Islam. merupakan peristiwa yang terjadi pada tahun 630 tepatnya
pada tanggal 10 Ramadan 8 H, di
mana Nabi Muhammad SAW
beserta 10.000 pasukan bergerak dari Madinah menuju Mekkah, dan
kemudian menguasai Mekkah secara keseluruhan tanpa pertumpahan darah
sedikitpun sekaligus menghancurkan berhala yang ditempatkan di dalam dan
sekitar Ka'bah
2)
Sebab-sebab
terjadinya fathul makkah diawali dari perjanjian damai antara kaum muslimin
Madinah dengan orang musyrikin Quraisy yang ditandatangani pada nota
kesepakatan Shulh Hudaibiyah pada tahun 6 Hijriyah. Termasuk diantara nota
perjanjian adalah siapa saja diizinkan untuk bergabung dengan salah satu kubu,
baik kubu Nabi saw dan kaum muslimin Madinah atau kubu orang
kafir Quraisy Makkah. Maka, bergabunglah suku Khuza’ah di kubu Nabi saw dan
suku Bakr bergabung di kubu orang kafir Quraisy. Padahal, dulu di zaman
Jahiliyah, terjadi pertumpahan darah antara dua suku ini dan saling bermusuhan.
Dengan adanya perjanjian Hudaibiyah, masing-masing suku melakukan gencatan
senjata. Namun, secara licik, Bani Bakr menggunakan kesempatan ini melakukan
balas dendam kepada suku Khuza’ah. Bani Bakr melakukan serangan mendadak di
malam hari pada Bani Khuza’ah ketika mereka sedang di mata air mereka. Secara
diam-diam, orang kafir Quraisy mengirimkan bantuan personil dan senjata pada
Bani Bakr. Akhirnya, datanglah beberapa orang diantara suku Khuza’ah menghadap
Nabi saw di Madinah. Mereka mengabarkan tentang pengkhianatan
yang dilakukan oleh orang kafir Quraisy dan Bani Bakr.
3)
Peristiwa
terjadinya Pada tahun 628, Quraisy dan
Muslim dari Madinah menandatangani Perjanjian Hudaybiyah.
Meskipun hubungan yang lebih baik terjadi antara Mekkah dan Madinah setelah
penandatanganan Perjanjian Hudaybiyah, 10 tahun gencatan senjata dirusak oleh
Quraisy, dengan sekutunya Bani Bakr, menyerang Bani
Khuza'ah yang merupakan sekutu Muslim,
walaupun sebenarnya yang pertama kali menyerang Bani Bakr adalah Bani Khuza'ah,
dan sayang sekali permasalahan tersebut hanya diselesaikan dengan perjanjian
elite yang tidak melibatkan akar rumput, sehingga masih menimbulkan dendam
dikalangan Bani Bakr. Pada saat itu musyrikin Quraisy ikut membantu Bani Bakr,
padahal bersadasarkan kesepakatan damai dalam perjanjian tersebut di mana Bani
Khuza'ah telah bergabung ikut dengan Nabi Muhammad saw dan
sejumlah dari mereka telah memeluk islam, sedangkan Bani Bakr bergabung dengan
musyrikin Quraisy.
Abu
Sufyan, kepala suku Quraisy di
Mekkah, pergi ke Madinah untuk memperbaiki perjanjian yang telah dirusak itu,
tetapi nabi Muhammad SAW saw menolak,
Abu Sufyan pun pulang dengan tangan kosong. Sekitar 10.000 orang pasukan Muslim
pergi ke Mekkah yang segera menyerah dengan damai. Nabi Muhammad saw bermurah
hati kepada pihak Mekkah, dan memerintahkan untuk menghancurkan berhala di
sekitar dan di dalam Ka'bah. Selain itu hukuman mati juga ditetapkan atas 17
orang Mekkahatas kejahatan mereka terhadap
orang Muslim, meskipun pada akhirnya beberapa di antaranya diampuni.
4)
Kesabaran
dalam membuat strategi. Dan hikmahnya kesabaran para sahabat dalam berjuang dan
membuat strategi yang pas. Dan ibrahnya meningkatkan kita untuk bersemangat
dalam berjuang terutama membelala ajaran Islam dan mengambil hikmah setiap dari
adanya peristiwa dan jihad fi sabilillah.
Penskoran
Nilai =skor perolehan per 100 x 40
b. Teknik non tes berbentuk skala bertingkat
No.
|
Nama
Peserta Didik
|
Aspek
yang dinilai
|
Skor
|
|||
Kebenaran
Konsep
|
Keberanian
|
Bahasa
|
Kelancaran
|
|||
1
|
muna
|
|||||
2
|
heru
|
|||||
3
|
cania
|
|||||
4
|
Asep
|
|||||
5
|
Raihan
|
|||||
Penskoran
:
Skor
4, jika kebenaran konsep, keberanian, bahasa, kelancaran SANGAT BAIK
Skor
3, jika kebenaran konsep, keberanian, bahasa, kelancaran BAIK
Skor
2, jika kebenaran konsep, keberanian, bahasa, kelancaran CUKUP BAIK
Skor
1, jika kebenaran konsep, keberanian, bahasa, kelancaran KURANG BAIK
Nilai
= skor perolehan per skor maksimal x 4.
Mengetahui,
Guru Mapel
Kepala MI
(Budi
Susanto)
(Dewi Munisa)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar