BAB VII
PEAWAT SEDERHANA
A. PENGERTIAN PESAWAT SEDERHANA
mungkin dibenak adik-adiksekalian
mendengar nama pesawat langsung membayangkan pesawat sungguhan tapi yang dibuat
lebih sederhana contohnya pesawat mainan dari kertas eeeiiittt jangan
salah...ini dia pengertiannya :
''Segala
jenis alat yang digunakan untuk memudahkan pekerjaan manusia disebut pesawat.
Kesederhanaan dalam penggunaannya menyebabkan alat-alat tersebut dikenal dengan
sebutan pesawat sederhana.''
.B JENIS-JENIS PESAWAT SEDERHANA
Pesawat sederhana dikelompokkan menjadi empat jenis, yaitu tuas, bidang
miring, katrol, dan roda berporos.
1. Bidang Miring
apakah adik-adiktau mengapa jalan di
daerah pegunungan dibuat berkelok-kelok? karena Mobil tidak cukup bertenaga
untuk mendaki lereng yang curam. Oleh karena itu, jalan tanjakan di gunung yang
curam dibuat berkelok-kelok sehingga kemiringan untuk mencapai keatas
diperpanjang jalurnya . Jalan yang demikian akan mengurangi tenaga yang
dibutuhkan untuk mencapai ketinggian yang sama. Bidang miring
memiliki keuntungan :
yaitu kita dapat memindahkan benda ke tempat yang lebih
tinggi dengan gaya yang lebih kecil. Namun demikian, bidang miring juga
memiliki kelemahan, yaitu jarak yang di tempuh untuk memindahkan benda menjadi
lebih jauh.
Prinsip
kerja bidang miring juga dapat kamu temukan pada beberapa perkakas, contohnya
kampak, pisau, pahat, obeng, dan sekrup. Berbeda dengan bidang miring lainnya,
pada perkakas yang bergerak adalah alatnya. Berikut adalah alat-alat yang
menggunakan prinsip bidang miring.
2. Tuas
Tuas lebih dikenal dengan nama pengungkit. Pada
umumnya, tuas atau pengungkit menggunakan batang besi atau kayu yang digunakan
untuk mengungkit suatu benda. Terdapat tiga titik yang menggunakan
gaya ketika kita mengungkit suatu benda, yaitu beban (B), titik tumpu (TT), dan
kuasa (K). Beban merupakan berat benda, sedangkan titik tumpu merupakan tempat
bertumpunya suatu gaya. Gaya yang bekerja pada tuas disebut kuasa.
TUASDIBEDAKAN MENJADI 3 ADIK-ADIK YAITU :
a. Tuas golongan
pertama
Pada tuas golongan pertama, kedudukan titik
tumpu terletak di antara beban dan kuasa. Contoh tuas golongan pertama ini di
antaranya adalah gunting, linggis, jungkat-jungkit, dan alat pencabut paku.
b. Tuas golongan kedua
Pada tuas golongan kedua, kedudukan beban terletak di antara titk tumpu dan
kuasa. Contoh tuas golongan kedua ini di antaranya adalah gerobak beroda satu,
alat pemotong kertas, dan alat pemecah kemiri, pembuka tutup botol
c. Tuas golongan ketiga
Pada tuas golongan ketiga, kedudukan kuasa terletak di antara titik tumpu
dan beban. Contoh tuas golongan ketiga ini adalah sekop yang biasa digunakan
untuk memindahkan pasir.sapu,pinset,stapless
3. Katrol
Berdasarkan cara kerjanya, katrol merupakan jenis pengungkit karena
memiliki titik tumpu, kuasa, dan beban. Katrol digolongkan menjadi beberapa
macam, yaitu katrol tetap, katrol bebas, katrol majemuk.
a. Katrol tetap
Katrol tetap merupakan katrol yang posisinya tidak berpindah pada saat
digunakan. Katrol yang digunakan pada tiang bendera dan sumur timba adalah
contoh katrol tetap.
b. katrol bebas Berbeda dengan katrol tetap, pada katrol
bebas kedudukan atau posisi katrol berubah dan tidak dipasang pada tempat
tertentu. Katrol jenis ini bisa kita temukan pada alat-alat pengangkat peti
kemas di pelabuhan.
c. Katrol majemuk
Katrol majemuk merupakan perpaduan dari katrol tetap dan katrol bebas.
Kedua katrol ini dihubungkan dengan tali. Makin banyak katrol yang digunakan
makin kecil gaya yang dikeluarkan.
d. Blok katrol adalah dua buah katrol yang dipasang secara berdampingan
pada satu poros. Biasanya blok katrol digunakan untuk mengangkat beban yang
sangat berat.
4. Roda Berporos
Roda berporos merupakan roda yang di dihubungkan dengan sebuah poros yang
dapat berputar bersama-sama. Roda berporos merupakan salah satu jenis pesawat
sederhana yang banyak ditemukan pada alat-alat seperti setir mobil, setir
kapal, roda sepeda, roda kendaraan bermotor, dan gerinda.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar