BAB
VIII
CAHAYA
SIFAT - SIFAT CAHAYA DAN PEMANFAATANNYA
Di dalam sebuah ruangan yang gelap dan gulita kita tidak mampu melihat
sebuah benda. Tetapi setelah kita menyalakan lampu atau senter! Kita dapat
melihat benda – benda tersebut dengan jelas. Apakah yang menyebabkan benda –
benda tersebut terlihat dengan jelas? Cahaya yang dipancarkan lampu atau senter
menerangi ruangan, cahaya tersebut mengenai benda- benda di ruangan dan memantulkan
cahaya, kemudian ditangkap oleh mata kita. Tanpa cahaya kita tak
dapat melihat benda – benda disekitar kita.
Dari manakah cahaya itu berasal? Semua cahaya berasal dari sumber cahaya.
Semua benda yang dapat memancarkan cahaya disebut sumber cahaya. Contoh sumber
cahaya antara lain : matahari, bintang, api, lampu, dan kilat. Cahaya
sangat bermanfaat bagi kehidupan. Cahaya membuat dunia ini terang. Sehingga
membuat kita dapat melihat benda – benda di sekitar kita dengan jelas. Berikut
ini sifat-sifat dari cahaya :
A. SIFAT – SIFAT CAHAYA
Cahaya mempunyai sifat – sifat tertentu. Sifat – sifat cahaya banyak
manfaatnya bagi kehidupan kita sehari-hari. Berikut ini sifat – sifat dari
cahaya :
1. Cahaya Merambat Lurus
Saat berjalan di kegelapan, kita memerlukan sebuah senter. Ketika senter
kita nyalakan, bagaimana arah rambatan cahaya yang keluar dari senter tersebut?
Cahaya dari lampu senter arah rambatannya menurut garis lurus. Selain
cahaya senter tersebut, cahaya matahari yang sampai ke bumi juga merambat
dengan lurus.
2. Cahaya Dapat Dipantulkan
Pemantulan cahaya ada dua jenis yaitu pemantulan tidak teratur atau baur
(pemantulan difus) dan pemantulan teratur. Pemantulan baur terjadi apabila
cahaya mengenai permukaan yang kasar atau tidak rata, seperti tanah berkerikil.
Pada pemantulan ini, sinar pantul arahnya tidak beraturan. Keuntungan dari
pemantulan baur atau difus dapat menerangi selurung ruangan. Sementara itu,
pemantulan teratur terjadi jika cahaya mengenai permukaan yang rata, licin, dan
mengilap, seperti : kaca atau cermin. Pada pemantulan ini sinar pantul memiliki
arah yang teratur.
Cermin merupakan salah satu benda yang memantulkan cahaya.
Berdasarkan bentuk permukaannya ada cermin datar dan ada cermin lengkung.
Cermin lengkung ada dua macam, yaitu cermin cembung dan cermin cekung.
a. Cermin Datar
a. Cermin Datar
Cermin datar yaitu cermin yang permukaan bidang pantulnya datar dan tidak
melengkung. Cermin datar biasa kamu gunakan untuk bercermin. Pada saat
bercermin, kamu akan melihat bayangamu di dalam cermin. Bagaimana bayangan
dirimu pada cermin itu? Berikut ini sifat-sifat cermin datar!
1. Ukuran bayang sama
besar ukuran benda.
2. Jarak bayangan ke
cermin sama dengan jarak benda ke cermin.
3. Kenampakan bayangan
berlawanan dengan benda. Misalnya tangan kirimu akan menjadi tangan kanan
bayanganmu.
4. Bayangan tegak
seperti bendanya, Bayangan bersifat semu atau maya. Artinya, bayangan dapat
dilihat dalam cermin, tetapi tidak dapat ditangkap oleh layar.
b. Cermin Cembung
Cermin Cembung yaitu cermin yang permukaan bidang pantulnya melengkung ke
arah luar. Cermin cembung biasa digunakan untuk spion pada kendaraan bermotor.
Bayangan pada cermin cembung bersifat maya, tegak dan lebih kecil (diperkecil)
dari pada benda yang sesungguhnya.
c. Cermin Cekung
Cermin cekung yaitu cermin yang bidang pantulnya melengkung ke arah
dalam. Cermin cekung biasanya digunakan sebagai reflector pada lampu mobil dan
lampu senter. Sifat bayangan benda yang dibentuk oleh cermin cekung sangat
bergantung pada letak benda terhadap cermin
1) Jika benda dekat dengan cermin
cekung, bayangan benda bersifat tegak, lebih besar, dan semu (maya).
2) Jika benda jatuh dari cermin cekung, bayangan benda
bersifat nyata (sejati) dan terbalik.
3. Cahaya Dapat Dibiaskan
Apabila cahaya merambat melalui dua zat yang kerapatannya berbeda, cahaya
tersebut akan dibelokkan. Peristiwa pembelokan arah rambatan cahaya setelah
melewati medium rambatan yang berbeda disebut pembiasan cahaya.
Apabila cahaya merambat dari zat yang kurang rapat ke zat yang lebih rapat,
cahaya akan dibiaskan mendekati garis normal. Misalnya cahaya merambat dari
udara ke air. Sebaliknya, apabila cahaya merambat dari zat yang lebih rapat ke
zat yang kurang rapat, cahya akan dibiaskan menjauhi garis normal. Misalnya
cahaya merambat dari air ke udara.
Pembiasan cahaya sering kamu jumpai dalam kehidupan sehari –
hari. Misalnya dasar kolam terlihat lebih dangkal daripada kedalaman yang
sebenarnya. Gejala pembiasan juga dapat dilihat pada pensil yang dimasukkan ke
dalam gelas yang berisi air. Pensil tersebut akan tampak patah.
Berikut ini contoh-contoh pembiasan cahaya : Terjadinya fatamorgana di atas
aspal atau pasir yang sangat panas, ikan terlihat lebih besar di dalam kolam,
pada kolam yang airnya jernih terlihat lebih dangkal, bintang terlihat
berkedip-kedip.
4. Cahaya Dapat Diuraikan
Terjadinya pelangi karena peristiwa penguraian cahaya (dispersi). Dispersi
cahaya merupakan penguraian cahaya putih menjadi berbagai cahaya berwarna.
Cahaya matahari yang kita lihat berwarna putih. Namun sebenarnya, cahaya
matahari diuraikan oleh titik – titik air di awan sehingga terbentuk warna –
warna pelangi.
B. PEMANFAATAN SIFAT – SIFAT CAHAYA DALAM KARYA SEDERHANA
Tentunya kamu telah mengenal sifat – sifat cahaya,
bukan? Sifat – sifat cahaya tersebut dapat dimanfaatkan dalam pembuatan
berbagai macam alat, diantaranya periskop, kaleidoskop, dan lup.
1. Periskop
Awak kapal selam yang berada di kedalaman laut dapat mengamati permukaan
laut menggunakan periskop. Periskop menerapkan sifat cahaya yang berupa
pemantulan. Cahaya dari atas permukaan laut ditangkap oleh suatu cernin,
kemudian dipantulkan menuju mata pengamat di dalam kapal selam.
2. Kaleidoskop
Kaleidoskop adalah mainan yang dibuat menggunakan cermin. Dengan alat ini,
kamu dapat membuat aneka macam pola yang mengagumkan. Pola-pola ini diperoleh
karena bayangan benda – benda dalam kaleidoskop mengalami pemantulan
berkali-kali. Dengan demikian, jumlah benda terlihat lebih banyak daripada
benda aslinya.
3 Lup
Lup merupakan alat optic yang sangat sederhana. Alat ini berupa lensa
cembung. Lup berfungsi membantu mata untuk melihat benda-benda kecil agar
tanmpak besar dan jelas.
4. kamera
Kamera
merupakan alat optik yang dapat memindahkan/mengambil gambar dan menyimpannya
dalam bentuk file, film maupun print-out. Kamera menggunakan lensa positif
dalam membentuk bayangan. Sifat bayangan yang dibentuk kamera adalah nyata,
terbalik, dan diperkecil.
5. Teropong
Teropong atau teleskop adalah sebuah alat yang digunakan untuk melihat
benda-benda yang jauh sehingga tampak lebih jelas dan lebih dekat. Secara umum
teropong terdiri atas dua buah lensa positif. Satu lensa mengarah ke obyek dan
disebut lensa obyektif dan satu lensa mengarah ke mata dan disebut lensa
okuler.
Prinsip utama pembentukan bayangan pada teropong adalah: lensa obyektif
membentuk bayangan nyata dari sebuah obyek jauh dan lensa okuler berfungsi
sebagai lup. Panjang teropong adalah jarak antara lensa obyektif dan lensa
okulernya. Berikut ini macam-macam teropong.
Ø Teropong Bintang
Teropong bintang digunakan untuk mengamati obyek-obyek yang ada di langit
(bintang). Teropong bintang terdiri dari sebuah lensa cembung yang berfungsi
sebagai lensa obyektif dengan diameter dan jarak fokus besar, sedangkan
okulernya adalah sebuah lensa cembung dengan jarak fokus pendek.
Ø Teropong Bumi
Teropong bumi digunakan untuk mengamati obyek-obyek yang jauh dipermukaan
bumi. Teropong ini akan menghasilkan bayangan yang nampak lebih jelas, lebih
dekat dan tidak terbalik. Teropong bumi terdiri dari tiga lensa positif dan
salah satunya berfungsi sebagai pembalik bayangan.
Ø Teropong Panggung
Teropong panggung adalah teropong yang mengkombinasikan antara lensa
positif dan lensa negatif. Lensa negatif digunakan sebagai pembalik dan
sekaligus sebagai okuler. Sifat bayangan yang terbentuk adalah maya, tegak, dan
diperkecil.
6. Mikroskop
Mikroskop adalah alat yang digunakan untuk mengamati benda-benda kecil.
Mikroskop yang paling sederhana menggunakan kombinasi dua buah lensa positif,
dengan panjang titik fokus obyektif lebih kecil daripada jarak titik fokus
lensa okuler.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar