BAB IX
BUMI DAN ALAM SEMESTA
Bumi kita ini selalu
berubah. Proses perubahan bumi tersebut sebagian besar tidak dapat kita
rasakan. Sebagai contoh adalah proses pergeseran permukaan bumi, pembentukan
gunung api, atau pembentukan bantuan. Proses-proses tersebut terjadi jauh
dibawah permukaan bumi tempat kita berada. Proses tersebut juga terjadi sangat
lambat (membutuhkan waktu puluhan tahun) sehingga kita tidak merasakanya.
Akan tetapi, ada proses
perubahan yang dapat kita amati secara jelas contohnya perubahan yang terjadi
pada tanah dan perairan yang menyusun permukaan bumi.
Dampak dari proses perubahan bumi tersebut dapat
memberi keuntungan bagi kehidupan manusia misalnya, bahan-bahan yang dihasilkan
dari gunung api yang berguna untuk penyuburan tanah, akan tetapi proses
perubahan bumi itu juga membawa dampak merugikan bagi kehidupan manusia
misalnya, berbagai peristiwa alam seperti gempa bumi, tsunami, gunung meletus
menimbulkan kerusakan dan korban jiwa. Suatu peristiwa alam bahkan
kadang-kadang memicu peristiwa alam lainya.
Dalam bab kali ini saya akan membahas tentang
struktur bumi dan proses perubahan yang terjadi di bumi.
A. MENGENAL
STRUKTUR BUMI
Menurutmu, seperti apakah
struktur bumi yang sesungguhnya? Coba perhatikan saat kalian mengupas
buah Apel, kamu memisahkan kulit apel dari dagingya, kulit Apel hanyalah
lapisan tipis dari buah apel yang jauh lebih besar. Sama halnya dengan bumi ,
kulit (permukaan) bumi yang meliputi airtanah dan air hanyalah lapisan tipis dibandingkan
dengan bagian bumi yang ada di dalamnya. Para ahli geologi menyatakan bahwa
bumi jika diiris akan tampak seperti berikut :
Struktur bumi dari dalam
sampai luar adalah lapisan inti bumi dalam, inti bumi luar, mantel bumi, kerak
bumi dan atmosfer.
Lapisan atmosfer ini paling berperan
untuk mendukung adanya kehidupan di muka bumi ini karena atmosfer ini berfungsi
sebagai paying yang melindungi bumi bagi pancaran sinar dan panas matahari.
Lapisan kerak bumi tersusun dari batuan .
pada bagian kerak bumi bagian atas yang terdiri dari batuan dalam jangka
panjang akan mengalami pelapukan dan pembentukan tanah.
Lapisan mantel bumi merupakan lapisan
yang paling tebal dan terbentuk dari mineral silikat.
Lapisan inti bumi luar merupakan lapisan
cair dan terbentuk dari besi, nikel, dan zat lain.
Lapisan inti bumi dalam merupakan pusat
bumi dan terbentuk dari besi dan nikel padat.
B. PROSES
PEMBENTUKAN TANAH
Tadi kita sudah membahas
bahwa lapisan kerak bumi tersususn dari batuan, akan tetapi liahtlah
disekelilingmu, kamu akan melihat tanah yang merupakan bagian permukaan paling
atas. Apa yang terjadi dengan lapisan batuan ? sesungguhnya apa itu batuan ?
nah, untuk memahami persoalan tersebut mari kita pelajari uraian berikut.
1. BATUAN
Ada tiga jenis batuan yang membentuk lapisan
kerak bumi yaitu batuan beku, batuan sedimen dan batuan metamorf. Ketiga
jenis batuan ini dibedakan berdasarkan cara pembentukkanya.
a. Batuan
beku
Batuan beku ialah batuan
yang terbentuk karena pembekuan magma dan lava. Magma merupakan cairan yang
sangat panas dan terdapaat didalm perut bumi. Magma tersebut keluar di
permukaan bumi dalam bentuk lava. Pendinginan magma dan lava akan membeku dan
menjadi batu. Fungsi dari batu apung tersebut yautu sebagai ampelas atau
penghalus kayu.
b. Batuan
sedimen atau batuan endapan
Batuan sedimen atau batu
endapan yaitu batuan yang terbentuk karena pengendapan. Batuan endapan pada
awalnya merupakan hasil dari pelapukan batuan yang dihanyutkan oleh air atau
tertiup angin sehingga endapan ini akan keras karena tekanan atau karena ada
zat-zat yang melekat. Batuan endapan berfungsi sebagai bahan bangunan atau
sebagai bahan baku semen.
c. Batuan
metamorf atau batuan malihan
Batuan metamorf atau batuan malihan ialah batuan
yang berasal dari batuan sedimen dan batuan beku yang mengalami perubahan
karena panas dan tekanan. Beberapa batuan endapan yang berubah menjadi batuan
Malihan ialah batuan pualam atau marmer dari batu gamping, dan batu sabak atau
batu tulis dari batu serpih. Kegunaan dari batuan metamorf yaitu:
Batu
pualam sebagai bahan yang baik untuk membuat patung dan ubin .
Batu
sabak merupakan bahan penting untuk membuat atap rumah.
2. PELAPUKAN
BATUAN MEMBENTUK TANAH
Permukaan bumi senantiasa berubah sepanjang
masa. Penyebab perubahan keadaan permukaan bumi terutama karena pelapukan.
Terdapat tiga jenis pelapukan yaitu pelapukan fisika, pelapukan kimia, dan
pelapukan biologi.
a.
Pelapukan fisika
Pelapukan fisika dapat disebabkan karena
perubahan suhu. Perubahan suhu yang terjadi berulang-ulang yaitu dari panas
menjadi dingin, dan dari dingin menjadi panas. Perubahan suhu antara siang dan
malam, antara musim panas dan dingin. Pelapukan fisika juga terjadi karena
terpaan angin dan hujan (erosi) serta karena tarikan gaya gravitasi bumi.
b.
Pelapukan kimia
Oksigen dan uap air di udara mudah bersenyawa
dengan berbagai zat. Oksigen dan uap air tersebut dapat menyebabkan pelapukan
kimia . misalnya besi menjadi berkarat dan warnanya kemerah-merahan.
Hujan asam sangat meningkatkan kecepatan dalam
pelapukan kimia. Hujan asam juga mengakibatkan terkikisnya batuan dan permukaan
bangunan.
c.
Pelapukan biologi
Pelapukan biologi merupakan pelapukan yang
terjadi akibat aktivitas makhluk hidup. Contohnya lumut kerak yang dapattumbuh
dibatuan. Lumut ini mengeluarkan zat asam yang sedikit demi sedikit dapat
menghancurkan batuan.
Pelapukan batuan merupakan awal terbentuknya
tanah. Batuan yang telah hancur lalu bercampur dengan berbagai mineral dan
sisa- sisa makhluk hidup.
3. KOMPOSISI
DAN JENIS-JENIS TANAH
a. Tanah
berpasir
Mudah
dilalui air
Tidak
subur
b. Tanah
berhumus
Warna
tanah gelap dan banyak mengandung humus
Tanah
paling subur
c. Tanah
liat
Jenis
tanah yang berat
Sulit
dilalui air
d. Tanah
berkapur
Mengandung
batuan
Mudah
dilalui air
Merupakan
tanah berkapur dan mengandung sedikit humus.
C. DAUR
AIR
1. Kegunaan
air
Setelah kamu bangun tidur
di pagi hari, kamu mandi. Jika tangan mu kotor, kamu akan mencuci tangan dengan
air, kamu minum setiap hari. Lihatlah kamu selalu membutuhkan dan
menggunakan air . air digunakan sebagai alat pembersih dan sebagai sarana
olahraga .
2. Daur
air
Darimana datangnya air? Kenapa air tak kunjung
habis, walaupun kita gunankan setiap hari?
Seperti udara, air juga tidak akan habis. Air
akan selalu ada dibumi karena air mengalami daur (siklus). Daur adalah
perubahan-perubahan yang terjadi secara berulang-ulang dalam satu pola
tertentu. Akan tepai kita juga harus menghemat air karena akibat ulah manusia
persediaan air bersih kita menjadi berkurang.
D. PERISTIWA
ALAM DI INDONESIA
Di berbagai media sering
diberitakan tentang terjadinya bencana alaam seperti gempa bumi, banjir , tanah
longsor, gunung meletus. Semua itu terjadi karena peristiwa alam. Namun
peristiwa alam ada yang biasa kita cegah. Secara alami, alam memang aktif
melakukan aktivitas dan mempunyai kekuatan lebih dahsyat daripada makhluk
hidup.
a. Gempa
bumi mengakibatkan banyak kerusakan di muka bumi ini termasuk makhuk
hidup juga menjadi korban dengan adanya gempa bumi. Ada dua peristiwa yang
menyebabkan adanya gempa bumi yaitu gempa bumi vulkanik(akibat aktivitas gunung
berapi) dan gempa bumi tektonik (akibat pergerakan bagian kerak bumi).
b. Gunung
meletus memutahkan lava (lahar) dan awan panas di sekitarnya. Muntahan
gunung meletus mengakibatkan kerusakan cukup parah dan dapat diikuti dengan
bencana alam lainya. Misalnya ketika gunung Krakatau meletus tahun 1883,
menyebabkan timbulnya gempa bumi dan gelombang tsunami.
c. Banjir dapat
disebabkan oleh berbagai hal misalnya dari curah hujan yang sangat besar dan
tampungan air tidak mencukupi sehingga air akan meluap dan akan menimbulkan
banjir. Sungai dikota menjadi dangkal dan sempit akibat banyak sampah yang
dibuang ke dalamnya ini juga menjadi sebab dari banjir.
d. Tanah
longsor seringkali diawali dengan hujan deras akibat penggundulan
hutan, tanah tidak sanggup menahan terjangan air hujan. Tanah longsor
meruntuhkan semua benda yang diatasnya.
Ada peristiwa alam yang masih dapat kita cegah
yaitu banjir dan tanah longsor. Usaha yang dapat kita lakukan antara lain
sebagai berikut:
a. Selalu
membuang sampah di tempat sampah.
b. Tidak
mendirikan bangunan di sepanjang di tepi sungai.
c. Melakukan
penanaman pohon dilahan yang kosong (kritis).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar